Berbagai Jenis Epilepsi

03 Feb 2018   18:00 WIB  

Omg News

Berbagai Jenis Epilepsi

Epilepsi terjadi akibat adanya pelepasan muatan listrik
berlebihan di otak secara tiba-tiba yang menyebabkan
timbulnya kejang berulang. Bentuk serangan yang terjadi
bervariasi. Pada sebagian orang dengan epilepsi serangan
dapat berupa pandangan kosong selama beberapa detik,
sedangkan yang lainnya mengalami kejang. 2% dari penduduk
dewasa pernah mengalami kejang, dan sepertiga dari kelompok
tersebut mengalami epilepsi.


Jenis-jenis dari epilepsi:
    •    Epilepsi
Umum

    •    Epilepsi Petit
Mal

Epilepsi petit mal adalah epilepsi yang menyebabkan gangguan
kesadaran secara tiba-tiba, di mana seseorang menjadi seperti
bengong tidak sadar tanpa reaksi apa-apa, dan setelah
beberapa saat bisa kembali normal melakukan aktivitas
semula.
    •    Epilelpsi Grand
Mal

Serangan jenis ini merupakan serangan paling hebat, yang
ditandai dengan hilangnya kesadaran sementara dan kejang
muncul ketika aktivitas abnormal menyebar ke kedua sisi otak.
Serangan ditandai dengan adanya spasme otot, timbul kekakuan
dan hentakan-hentakan diseluruh tubuh, penderita terjatuh,
dengan kuat akan memutar kepala ke satu sisi, mengatupkan
giginya, dan terkadang juga hilangnya kontrol dalam berkemih.
Penderita
    •    Epilepsi Myoklonik
Juvenil

Epilepsi myoklonik Juvenil adalah epilepsi yang mengakibatkan
terjadinya kontraksi singkat pada satu atau beberapa otot
mulai dari yang ringan tidak terlihat sampai yang menyentak
hebat seperti jatuh tiba-tiba, melemparkan benda yang
dipegang tiba-tiba, dan lain sebagainya.
    •    Epilepsi Parsial
(Sebagian)

    •    Epilepsi Parsial
Sederhana

Serangan jenis ini tidak menimbulkan hilangnya kesadaran.
Serangan dapat menyebabkan gangguan emosi atau adanya
perubahan dari sesuatu yang dilihat, didengar, dirasakan,
dikecap, atau dicium. Selain itu juga dapat terjadi
hentakan-hentakan bagian dari tubuh yang involunter, misalnya
tangan atau kaki, dan juga gejala sensorik seperti kesemutan,
vertigo, dan kilatan cahaya. Gangguan sensasi, gerakan atau
emosi yang abnormal
    •    Epilepsi Parsial
Kompleks

Serangan jenis ini mengganggu kesadaran sesaat. 
Serangan dapat berupa tatapan kosong dan gerakan-gerakan
tanpa tujuan, misalnya menggosok-gosok tangan,
mengunyah-ngunyah, menelan, berjalan melingkar, mengeluarkan
suara-suara yang tak berarti, tidak mampu memahami apa yang
orang lain katakan, dan menolak bantuan. Kebingungan
berlangsung selama beberapa menit, dan diikuti dengan
pemulihan total.
    •    Status
epileptikus

merupakan gangguan kejang yang paling serius dan bersifat
darurat, karena kejang tidak berhenti. Aktivitas listrik
abnormal terjadi di seluruh otak, menyebabkan serangan tonik
klonik menyeluruh. Status epileptikus dinyatakan jka serangan
menetap lebih dari 5 menit atau jika penderita tidak sadar
penuh diantara serangan.


Sumber: merckmanual