Sedikit lemak perut sebenarnya baik untuk Anda, karena ini
untuk melindungi perut, usus, dan organ halus lainnya. Tapi
terlalu banyak lemak adalah sesuatu yang tidak baik. Sel lemak
tambahan dalam perut Anda (alias lemak visceral) menghasilkan
hormon adipose dan adipokin – pengacau kimia yang melakukan
perjalanan ke pembuluh darah dan organ tubuh Anda, di mana
mereka menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan masalah
seperti penyakit jantung dan diabetes.

Berita bagusnya? Setiap kg yang Anda buang bisa membantu
mengurangi ketebalan lemak di perut Anda, jadi setiap Anda
menurunkan berat badan maka akan membantu Anda menghilangkan
lemak di perut. Namun mengapa saat Anda sudah berusaha
menurunkan berat badan tetapi lemak di perut tidak kunjung
hilang.

 

Ini Alasan Mengapa Lemak Perut Tak Kunjung
Hilang:

Anda Diet Rendah Lemak Baik

Untuk mengurangi lemak perut, ada baiknya makan lemak-khususnya
asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA). Ketika peneliti dalam satu
studi meminta wanita untuk beralih ke diet 1.600 kalori, tinggi
MUFA, mereka kehilangan sepertiga dari lemak perut mereka dalam
sebulan.

Atasi dengan: Dapatkan MUFA dengan mengonsumsi segenggam
kacang, satu sendok makan minyak zaitun, atau seperempat
alpukat.

Anda Sedang Mengalami Stres

Wanita yang mengalami stress lebih mungkin memiliki masalah
lemak di perut. Sebuah penelitian di Universitas Rush
University yang baru-baru ini mengatakan ada kaitannya antara
depresi dengan berkurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan
yang buruk.

Atasi dengan: Olahraga. Olahraga akan meningkatkan kadar bahan
kimia di otak yang mengatur metabolisme lemak, dan juga mood
Anda. Hal ini meningkatkan motivasi Anda yang membantu
menangkal depresi.

Camilan Tidak Sehat

Karbohidrat sederhana (seperti keripik) dan tambahan gula (pada
barang seperti minuman manis) menyebabkan gula darah Anda
melonjak, yang memicu banjir insulin yaitu hormon yang
mendorong hati Anda untuk menyimpan lemak di bagian tengah
tubuh Anda.

Atasi dengan: Usahakan untuk konsumsi camilan sehat seperti
buah, sayur, greek yogurt.

Anda Kekurangan Mineral

Magnesium mengatur lebih dari 300 fungsi dalam tubuh. Tidak
mengherankan sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa
orang-orang yang mengonsumsinya lebih banyak memiliki kadar
gula darah dan insulin yang rendah.

Atasi dengan: Paling sedikit dua kali sehari, konsumsi makanan
kaya magnesium seperti sayuran berdaun hijau, pisang, dan
kedelai.

Anda Terpikat Pada Soda Diet

Sebuah studi di Obesity menemukan bahwa peminum soda diet lebih
cenderung memiliki persentase lemak yang tinggi dalam perut
mereka. Para periset mengatakan bahwa peminum diet soda merasa
sudah mengurangi gula dalam soda sehingga dan dapat makan
berlebihan.

Atasi dengan: Tentu saja kurangi konsumsi soda diet dan jika
Anda belum siap menendang kebiasaan Anda, para periset
menyarankan mengurangi jumlah kalori makanan Anda.

Anda Suka Burger

Burger mengandung lemak jenuh tinggi. Ketika peneliti Swedia
memberi satu kelompok orang dewasa 750 kalori tambahan,
terutama dari lemak jenuh, dan kelompok lain dengan kalori
dalam jumlah yang sama tetapi kebanyakan dari asam lemak tak
jenuh ganda (PUFA) selama tujuh minggu, kelompok lemak jenuh
mengumpulkan dua kali lebih banyak lemak viseral .

Atasi dengan: Biasakan untuk makan salmon seminggu sekali untuk
mendapatkan dosis PUFA yang baik. Selebihnya, kurangi asupan
daging merah dan pilih protein rendah lemak jenuh, seperti
kacang polong dan ayam.

Konsumsi Alkohol

Satu studi menemukan bahwa jumlah alkohol dari jenis apa pun
yang dikonsumsi oleh wanita menyebabkan kenaikan berat badan
terutama bagian perut.

Atasi dengan: Kurangi konsumsi alkohol, perbanyak minum air
putih.

Anda Tidak Pernah Berolahraga

Bila Anda tidak berolahraga maka tumpukan lemak di bagian perut
Anda akan susah hilang.

Atasi dengan: Berolahraga secara teratur, cukup 30 menit 3 kali
dalam seminggu. Bila sudah terbiasa maka Anda bisa meningkatkan
intensitasnya.

Makanan Anda Tidak Berwarna

Semakin banyak makanan berwarna di piring Anda maka semakin
baik, ini maksudnya adalah Anda disarankan untuk konsumsi
banyak buah dan sayur. Buah yang banyak mengandung vitamin C
akan membantu mengurangi kadar kortisol. Terlebih lagi, sebuah
studi baru-baru ini di The Journal of Nutrition menunjukkan
bahwa orang yang makan lebih banyak nutrisi yaitu buah dan
sayur merah, oranye, dan kuning memiliki perut yang lebih kecil
sebagai hasilnya.

Atasi dengan: Anda bisa berimprovisasi setiap kali memasak,
agar makanan yang Anda makan lebih bervariasi.

Olahraga Anda Tidak Tepat

Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan interval intensitas
tinggi, atau HIIT yaitu aktivitas yang kuat diikuti oleh
aktivitas lembut atau istirahat singkat – memiliki manfaat
mengecilkan perut. Latihan intensitas tinggi tampaknya lebih
efektif untuk mengurangi insulin, trigliserida, dan kortisol,
dan juga membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih
singkat.

Atasi dengan: Jika Anda menikmati bersepeda atau berlari,
misalnya, mempercepat kecepatan yang membuat Anda sulit
berbicara selama dua menit; Lalu lambat sebentar, dan ulangi
sampai selesai. Seperti latihan perlawanan? Cobalah serangkaian
gerakan seperti jongkok atau push up selama dua menit
masing-masing dengan istirahat 60 detik di antaranya.

 

Baca juga:
Yang Harus Kita Ketahui Mengenai Lemak dan
Hubungannya Dengan Kesehatan

 

Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya
langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang

 

Sumber: health